Postingan

Menampilkan postingan dengan label BIOTECHNOLOGY

Vaksin pada hewan, apa itu vaksin dan jenis-jenis vaksin?

Gambar
Dalam bidang kesehatan hewan, pemberian vaksin memiliki peranan yang penting untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan hewan serta menjamin produksi sumber makanan asal hewan dan kesehatan manusia. Contoh pada kasus zoonosis, seperti rabies dimana vaksin rabies dapat memberi jaminan terhadap perlindungan kesehatan hewan terhadap infeksi virus rabies sekaligus memberi rasa aman bagi pemilik terhadap resiko tertular penyakit rabies yang mungkin terjadi bila ia digigit oleh hewan kesayangannya. Contoh lain seperti vaksin terhadap penyakit brucellosis sangat penting untuk mencegah zoonosis serta menjamin kesehatan dan produktivitas ternak sebagai sumber bahan makanan asal hewan.  Apa itu vaksin? Vaksin merupakan sediaan biologis yang mengandung organisme yang mengandung antigen. Antigen tersebut dapat bersumberkan virus yang telah dibunuh (killed),  virus yang masih hidup namun telah dilemahkan (live attenuated), sebagaian struktur dari organisme yang menyebabkan penya...

RNA INTERFERENCE (RNAi)

Gambar
Pendahuluan RNA interference merupakan suatu mekanisme yang terjadi secara alami dan normal di dalam tubuh yang berhubungan terhadap suatu proses  proteksi secara genomik dengan menghambat sintesis suatu protein. Mekanisme ini dikenal dengan  post-transcriptional gene silencin g dan dikembangkan menjadi suatu metode terapi gene yang potensial, selain itu juga digunakan untuk mempelajari fungsi dan regulasi gene (David  et al ., 2010). RNAi pathway Jalur RNAi berlokasi di sitoplasma sel dan dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu: tahap inisiasi (pembentukan molekul efektor) dan tahap subsequence efektor (mekanisme RNAi yang sebenarnya). Molekul efektor pada RNAi terbagi menjadi 2 grup yaitu small interfering RNA (siRNA) yang terdiri dari 21-23 segmen nukleotida dsRNA dengan 3 nukleotida yang overhang, dan micro RNA (miRNA) yang terdiri dari 22 segmen nukleotida dsRNA  (Bartel, 2004; Meister dan Tuschl, 2004; Tang, 2005; Aiger, 2007; Lu dan Woodle, 2008)  ...

PENGHAMBATAN REPLIKASI VIRUS RABIES DENGAN RNAi

Gambar
Pendahuluan Penghambatan replikasi  virus rabies  dengan  RNAi  merupakan suatu strategi terapi yang sangat potensial terutama akibat kegagalan tindakan vaksinasi rabies post ekposure. Namun dengan otak sebagai targetnya, faktor seperti blood barrier brain (BBB) harus diperhatikan. Aplikasi dsRNA tidak dapat melewati BBB, sehingga dikembangkan metode baru dengan artificial miRNA (amiRNA) yang ukurannya lebih kecil (Israsena  et al ., 2009). Gambar 1. Gambaran ideal aplikasi RNAi dengan organ target otak. Melalui miRNA diharapkan dapat menghambat sintesis suatu protein dari mRNA (Boudreaua dan Davidson, 2010). Penghambatan Replikasi melalui artificial miRNA secara in vitro Protein N merupakan protein yang penting dalam melindungi genome virus saat replikasi agar tidak didegradasi oleh RNase. Dengan menghambat sintesis protein N diharapkan replikasi dapat terhambat. Oleh karena itu, mRNA protein N dapat meruapakan target yang potensial dapat aplik...

IHC PART 3: NORMAL SERUM DAN IMMUNOFLUORESCENE

Gambar
NORMAL SERUM Normal serum merupakan blocking reagent yang umum digunakan pada teknik IHC. Tujuan aplikasi normal serum pada prosedur IHC adalah untuk mengikat ikatan non spesifik. Sebelum kita menggunakan antibody untuk mendeteksi antigen pada jaringan, ikatan non spesifik pada jaringan harus kita blok untuk mencegah antibody berikatan dengan epitope yang non spesifik. Aplikasi antibody primer bersifat spesifik sehingga antibody primer akan berikatan dengan epitope yang ditargetkan, tetapi antibody sekunder bersifat non spesifik sehingga dapat berikatan dengan ikatan non spesifik yang ada di jaringan selain berikatan dengan antibody primer. Normal serum diaplikasikan sebelum penggunaan antibody primer. Setelah jaringan diaplikasikan dengan normal serum, jaringan ditetesi dengan antibody primer tanpa proses pencucian sebelumnya. Spesies normal serum yang digunakan adalah sama dengan antibody sekunder. Bila normal serum yang digunakan adalah goat normal serum maka antibody sekunder ...

IHC PART 2: IMMUNOLABELLING, IMMUNOPEROXIDASE (HRP), IMMUNOALKALINE PHOSPHATASE (AP), DAN DOUBLE-IMMUNOLABELLING (HRP- HRP ATAU HRP-AP)

Gambar
IMMUNOLAABELLING Imunolabelling adalah proses biokimia dimana antibody dilabel agar dapat mendeteksi antigen pada sel atau jaringan. Berikut adalah prosedur sederhana dalam proses immunolabelling: Gambar 1. Proses Lightning-Link antibody labeling (Innova Biosciences, 2010) Terdapat beberapa jenis label yang sesuai untuk proses IHC yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Immunoassay dan labelnya (Innova Biosciences, 2010). Immunoassay Labels Immunofluorescence Fluorescent dyes Immunohistochemistry Enzymes, Biotin/Streptavidin Immunolabelling dapat dibagi menjadi direct dan indirect labelling. Direct labelling berarti label melekat secara ikatan kovalen pada antibody primer, sedangkan indirect labelling berarti label melekat secara kovalen pada antibody sekunder dimana antibody sekunder tersebut nantinya akan berikatan dengan antibody primer saat proses immunoassay (Innova Biosciences, 2010). Berikut adalah pros (keun...