Postingan

Menampilkan postingan dengan label NEUROLOGY

STRES

Gambar
Stres merupakan reaksi biologis terhadap rangsangan yang mengganggu homeostatis tubuh baik berupa faktor fisik maupun psikis. Respon stress yang terjadi memicu tubuh untuk menghadapi kondisi lingkungan yang berubah, namun bila stimulus yang memicu stres berlangsung lama atau besarnya melebihi kemampuan adaptasi maka akan menyebabkan terganggunya sistem saraf dan hormonal. Pada rodensia maupun primata, stres dapat menyebabkan peningkatan agresifitas, penurunan tingkah laku reproduksi, dan penurunan berat badan (Tamashiro  et al ., 2005). Stres menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya depresi yang ditandai dengan adanya perubahan struktural di beberapa bagian otak seperti hippocampus, korteks prefrontal, amygdala, cingulat anterior, serta basal ganglia (Campell dan McQueen, 2006; Kubera  et al ., 2011). Sistem imun, metabolik, kardiovaskular, neurotransmiter dan hormonal dapat terpacu oleh stres sehingga menyebabkan terjadinya neuroinflamasi, oksidasi, apoptosis, penu...

KORTEKS SEREBRUM (arkikorteks, paleokorteks dan neokorteks)

Gambar
Pendahuluan Korteks serebrum  adalah lapisan permukaan otak yang terdiri dari neuron-neuron serta prosesusnya yang saling berhubungan. Walaupun di  korteks serebrum terdapat akson bermielin   namun jumlah dendrit  yang tidak bermielin  jauh lebih dominan ,  sehingga lapisan permukaan itu berwarna kelabu (Sidharta dan Dewanto, 1986). Dalam evolusi primata, kenaikan volume korteks tidak disertai dengan kenaikan proporsional tebalnya melainkan lebih banyak disertai kenaikan luas (ekspansi dua dimensi) (Noback dan Demarest, 1978) .  Korteks serebr um  pada  satwa  primata merupakan bagian dari telen sef alon yang dibagi atas lobus frontal, lobus parietal, lobus temporal, lobus oksipital, girus singulat,  insula,  girus parahippokampal, dan ar ki korte ks  (Martin dan Bowden, 1997). Korteks   serebr um  manusia berlipat-lipat membentuk sulkus dan girus dan apabila dibandingkan dengan manusia, otak m...

SYARAF KOLINERGIK

Gambar
Pendahuluan Syaraf kolinergik merupakan syaraf yang mensintesis asetilkolin dengan bantuan enzim kolin asetiltransferase (Deutch dan Roth, 1999). Syaraf ini memiliki peranan yang penting dalam proses  learning  dan memori. D egenerasi syaraf kolinergik merupakan gambaran yang ditemukan akibat adanya penurunan level aseltilkolin, enzim asetilkolinesterase, kolin asetiltransferase maupun penurunan aktivitas pengambilan kolin yang dikenal dengan  high-affinity choline transporter  (Perry  et al ., 1978). Gambaran degenerasi syaraf kolinergik ini ditemukan  penderita penyakit Alzheimer  dimana terjadi defisiensi kolinergik yang memiliki korelasi terhadap penurunan kemampuan  learning  dan memori  (Bartus  et al ., 1982; C o yle  et al ., 1983).   Syaraf Kolinergik Syaraf kolinergik terletak pada berbagai area di sistem syaraf seperti: (1) sel-sel piramidal besar pada korteks motorik, (2) beberapa tipe n...