Postingan

Menampilkan postingan dengan label RESEARCH METHODS

Diagnostic Parasitology: Fecal Samples (Common Floatation Solution for The Fecal Flotation Technique & Diagnostic Techniques)

Gambar
DIAGNOSTIC PARASITOLOGY: FECAL SAMPLES (Common Floatation Solution for The Fecal Flotation Technique & Diagnostic Techniques) Diagnostic of parasitic infection depends on several factors, such as collection of samples, transport of samples to laboratory, and method of laboratory evaluation. Feces must be fresh for accurate result . As feces age, a diagnosis is complicated because many parasite eggs develop and hatch into larvae.  Contaminants such as free-living soil nematodes, fly larvae, mites, and other arthropods often invade feces and complicate a diagnosis. At least 10 g of fresh feces should be collected. If samples are more than two hours old, samples should be stored at 4 degrees C until examined. Many parasite stages can be stored at 4 degrees C for at least two months with minimal development For routine shipment to laboratory , samples can be cooled to 4 degrees C and then packed with ice or other coolant (blue ice) for shipment via any of the 24- t...

PROSEDUR HISTOLOGI: PEMBUATAN BLOK PARAFFIN DAN PEMOTONGAN

Gambar
Pembuatan blok paraffin merupakan prosedur histologi lanjutan setelah melakukan  koleksi sampel . Koleksi sampel dapat dilakukan secara perfusi. Berikut adalah contoh pembuatan blok paraffin pada otak tikus beserta pemotongan preparat secara serial menggunakan mikrotome Pembuatan blok parafin preparat otak Irisan otak dimasukkan ke dalam kain kasa, didehidrasi dengan direndam  dalam larutan etanol bertingkat yaitu 70%, 80%, 90%, 100%, 100% dan 100%  masing-masing selama 60 menit pada suhu kamar. Proses selanjutnya dilakukan penjernihan ( clearing ) menggunakan  xylol  selama 15 menit pada suhu kamar sebanyak tiga kali. Setelah proses  clearing , dilakukan proses infiltrasi dengan parafin cair sebanyak 3 kali pemindahan masing-masing 60 menit dalam inkubator suhu 60 ÂșC. Jaringan kemudian dibenamkan atau ditanam di dalam parafin cair dan didinginkan pada suhu kamar sehingga menjadi blok parafin.  Gambar 1. Otak yang dikoleksi kemudian dipr...

PROSEDUR HISTOLOGI : KOLEKSI SAMPEL OTAK

Gambar
Koleksi sampel bertujuan untuk mendapatkan organ yang kita ingin teliti yang selanjutnya dapat digunakan untuk pembuatan blok paraffin guna pewarnaan secara histologi maupun imunohistokimia. Berikut adalah contoh perfusi pada tikus untuk mendapatkan sampel otak. Sebelum otak dikoleksi, tikus di anastesi tiletamine 2,5% (Zoletil 50, Verbac) dengan dosis 25 mg/kg dan xylazin 2% (Xyla, Interchemie) dosis 10 mg/kg berat badan intramuscular (i.m) (Hedenqvist dan Hellebrekers, 2003). Dalam keadaan teranatesi, tikus diperfusi secara intrakardial dengan cara membuka rongga dada dan kemudian jarum suntik perfusi dimasukkan ke dalam ventrikel kiri. Selanjutnya larutan  pre-rinse  berupa 500 cc NaCl 0,9% + 1cc EDTA 10%. Setelah jantung terisi larutan  pre-rinse  maka atrium kanan dibuka dengan cara digunting supaya darah dan larutan keluar dari jantung. Pada saat larutan perfusi yang keluar tidak lagi mengandung darah maka larutan perfusi diganti dengan ...

HISTOLOGI NEOKORTEKS MELALUI PEWARNAAN CRESYL ECHT VIOLET

Gambar
Pendahuluan Prosedur histologi melaui pewarnaan jaringan menggunakan  cresyl echt violet  umum dilakukan untuk mempelajari lapisan dan struktur neuron. Hal ini dikarenakan cresyl echt violet akan mewarnai benda Nissl yang terdapat pada neuron yaitu pada nucleus atau badan sel dan dendrit (tidak pada akson)  Gambar 1.  Gambaran neuron yang terdiri dari nukleus atau badan sel, dendrit dan akson (Boeree, 2009). Metode Pewarnaan Cresyl Echt Violet  (Irawan, 2008). Slide jaringan dalam parafin yang akan diwarnai dengan  cresyl echt violet  diatur dalam rak pewarnaan, kemudian diinkubasi pada suhu 60  ⁰ C selama 2 jam. Tujuan inkubasi ini adalah menguatkan lagi perlekatan atau adhesi jaringan dengan slide Slide dikeluarkan dari inkubator dan disimpan pada suhu ruang untuk diwarnai pada hari berikutnya atau minimal 90 menit pada suhu ruang. Tujuannya agar suhu slde jaringan kembali pada suhu ruang sebelum dilakukan proses selanjutnya....