Postingan

Menampilkan postingan dengan label RUMINANT

Alpaca

Gambar
Alpacas and llamas are members of the camelid family. Llamas and alpacas are not wild but domesticated. The alpacas is greatly appreciated for its many qualities, not least of which is the value of alpaca wool, known as fiber. It is soft, strong, and warm (warmer than most sheep wool). Types of alpaca A huacaya alpaca A suri alpaca The huacaya appearance is due to its fibre growing vertically out of its skin in small bundle with a tight crimped wave which makes the fleece sit vertically off the skin giving it a Teddy Bear look. The suri appearance is due to its fibre growing out of the skin in bundles/locks without any crimped wave. This makes the suri locks twist and hang down along the flank of the alpaca giving it an appearance like a Wensleydale sheep.  Behavior Alpacas and llamas are social animals and flock oriented. They produced muted but distinctive humming sound to communicate with one another. Humming is heard frequently with a dam and...

I.V. Cannula Sizes and Colors

Gambar
I .V. cannula is a very small, flexible tube placed in the vein to allow administration of medication, fluids or nutrients directly into the bloodstream. The catheter is introduced into the vein by a needle, which is subsequently removed while the small plastic cannula remains in place. The catheter is then fixed by taping it to the patient's skin or using as adhesive dressing. I.V. cannula sizes and colors The smaller the gauge, the larger the diameter of the cannula and faster the flow of fluid. Different cannula sizes are indicated by different colors, making them easier to differentiate, especially in emergency situation in which size might be critical. Choosing the correct cannula size is important so that treatments can be carried out properly. Larger cannula sizes are necessary for rapid transfusion of blood, intravenous fluids and medications. Smaller cannula sizes result greater pressure in the vein. This can cause hemolysis during the aspira...

Challenges of Dairy Cattle Development in Tropical Countries

Gambar
The main aim of the development of dairy industry in the country is to strengthen food security, especially in providing high quality proteins which is very important for development of the young generation.  In tropical countries, the development of dairy cattle industry is plaque by several obstacles and weakness, which include: lack of appropriate dairy cattle for tropical environment environmental influence on vegetation with high concentration of lignin challenges of disease lack of knowledge and skills lack of financial sport (Bank, etc) high conversion land from agriculture to on-agriculture purposes low fresh milk consumption compared to processed milk low production and poor quality milk due to sub-clinical mastitis, poor feeding, poor health managements poor managements system for stock replacement because limitations in number of good quality calves small-scale farms producing milk at high cost Some practical activities could be undertaken in...

Radang Paru-Paru (Pneumonia) Pada Sapi

Radang Paru-Paru (Pneumonia) Banyak factor yang dapat menyebabkan ternak terserang penyakit pneumonia Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri (table 1) serta didukung faktor-faktor predisposisi seperti kondisi kandang yang lembab, berdebu, ventilasi atau pertukaran udara yang tidak baik, penempatan hewan dari berbagai umur dalam satu tempat, jumlah ternak yang berlebih dalam satu kandang serta hewan yang berdesak-desakan ( overcrowding ), serta hygiene lingkungan yang tidak baik (Subronto, 2003). Table  2. Beberapa agen penyakit yang dapat menyebabkan pneumonia pada sapi (Subronto, 2003). Virus Infectious bovine rhinotracheitis (IBR) Parainfluenza-3 Malignant catarrhal fever (herpes virus) Bakteri Pasteurella multocida P. hemolytica Streptococcus spp Mycobacterium tuberculosis Gejala klinis Hewan yang terserang pneumonia bisa menunjukkan gejala klinis yang jelas atau tidak terlihat sehingga menimbulka...

Infestasi Parasit (Caplak, Cacing, Serta Protozoa) Pada Sapi

Gambar
Parasit Infestasi parasit baik ektoparasit seperti caplak serta endoparasit seperti protozoa dan cacing biasa didapati pada ternak feedlot. Infestasi Caplak dan Cacing Masalah  parasit serperti caplak dan cacing pada ternak feedlot biasanya tidak terlalu terlihat karena hewan feedlot biasanya terdiri dari sapi dewasa yang kelihatan sehat (Hamali, 1988). Gejala klinis yang terjadi seperti lesu, penurunan nafsu makan serta bulu yang kusam dan rontok. Terapi Untuk mengatasi masalah parasit seperti caplak biasanya dilakukan perendaman atau penyemburan seluruh badan ternak dengan obat tertentu seperti larutan Amitraz. Pemberian obat cacing kepada semua ternak yang akan digemukkan hendaklah dilakukan (Hamali, 1988). Penentuan obat cacing yang tepat dan sesuai dengan jenis cacing yang menginfestasi ternak merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan sampel kotoran sapi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan obat cacing bisa dilih...

Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) Pada Sapi

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit yang sangat menular pada hewan berkuku belah. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari famili Picornaviridae . Penular virus ini dapat terjadi secara langsung (kontak langsung) maupun tidak langsung (seperti melalui angin). Hewan dapat sembuh setelah terinfeksi PMK, namun virus PMK dapat tinggal dikerongkongan sampai 2 tahun kemudian. Manusia dapat terinfeksi penyakit ini meski jarang terjadi. Gejala klinis Hewan yang terserang PMK akan mengalami demam serta penurunan nafsu makan dan minum. Bulu tampak kusam serta lidah dan bagian mulut bagian dalam mengalami peradangan sehingga terlihat banyak air liur yang keluar (hipersalivasi) dan berbuih. Pada gusi, lidah dan pangkal lidah terbentk lepuh. Lepuh yang pecah akan membentuk tukak sehingga hewan sulit mengunyah dan air liur menetes. Lepuh juga dapat terjadi pada area hidung dan moncong. Lepuh serupa juga terajadi di antara teracak dan sekitar batas...

Radang Paha (Black Leg), Radang Mata (Pink Eye) Pada Sapi

Gambar
Radang Paha ( Black Leg ) Radang paha atau black leg merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Clostridium chauvoei yang menyebakan kaki mengalami edema serta berwarna hitam. Hewan yang terserang penyakit ini biasanya mati tiba-tiba (Akoso, 1996). Gejala klinis Ternak yang terserang penyakit ini biasanya mengalami pincang yang diikuti terjadinya peradangan dibagian atas kaki dan meluas secara cepat. Jika jaringan diraba akan terasa krepitasi yang disebabkan adanya pembentukan gas di bawah kulit yang lekat. Anggota gerak terkesan sangat sakit, nafsu makan berkurang serta proses ruminasi dapat terhenti. Perkembangan penyakit sangat cepat, hewan terdengan mendengkur dan gigi gemertak. Kematian terjadi mendadak antar 1-2 hari setelah timbul gejala, dan dapat juga terjadi pendarahan lewat hidung dan anus, sementara kulit yang luka berwarna kehitaman atau coklat gelap (Akoso, 1996) begitu juga dengan musculus yang terinfeksi akan berwarna hitam. Gambar 1. Black leg...

Diare Ganas (BVD) Pada Sapi

Diare Ganas (Bovine Viral Diarrhea / BVD) Diare Ganas (Bovine Viral Diarrhea) adalah penyakit yang disebabkan oleh Pestivirus yang menyebabkan diare terus menerus pada sapi (Akoso, 1996). Penyakit ini biasanya menyerang  sapi berumur 6-24 bulan dengan angka kemtian hingga 30% dalam suatu kumpulan ternak (Hamali, 1988).  Gejala klinis Hewan yang terserang BVD biasanya mnegalami demam serta penurunan nafsu makan. Hewan akan tampak lesu, gerakan rumen meurun, terjadi penimbunan gas di rumen. Selanjutnya hewan akan mengalmi diare yang terus menerus dengan kotoran yang sangat cair, berlendir dan terdapat titik-titik atau bekuan darah. Hewan juga akan mengalami dehidrasi serta asidosis. Pada bagian pernafasan akan terlihat leleran mukopurilent serta lesi pada mukosa hidung dengan bau nafas dan mulut yang tidak enak. Infeksi sekunder dapat menyebabkan hewan mengalami pneumonia. Hwan juga dapat menunjukkan gejala batuk dalam masa yang lama sekitar 10 hari. Lesi juga ...

Kembung (Bloat) Pada Sapi

Kembung Rumen (Bloat) Kembung rumen merupakan salah satu penyakit yang sering dihadapi sapi feedlot, terutamanya apabila ternak diberi makanan konsentrat. Permasalahan kembung biasanya terjadi pada minggu pertama hingga ketiga dari saat ternak diperkenalkan dengan makanan konsentrat. Setelah tempoh tersebut, masalah kembung akan berkurangan dan tidak akan terlalu membahayakan ternak (Hamali, 1988).  Didalam faktor pakan, tanaman kacang-kacangan (leguminosae) lebih sering mengakibatkan kembung dibandingkan tanaman lain. Tanaman yang lebih muda juga lebih sering menyebabkan gangguan daripada tanaman tua. Biji-bijian yang digiling sampai halus juga lebih sering menimbulkan gangguan. Pemberian konsentrate yang berlebih dapat menyebabkan kembung. Pemecahan karbohidrat yang tinggi akan meningkatkan hasil pemecahan gula yaitu gas. Gas yang terbentuk dapat terperangkap di dalam rumen dan ingesta dan menyebabkan kembung (Subronto, 2003).   Hal ini menunjukkan jenis pakan...

Kecederaan Fisik dan Kelaparan Pada Sapi

Kecederaan Fisik Kecederaan fisik secara umumnya disebabkan oleh factor pengurusan yang tidak benar ataupun faktor fasilitas yang tidak mencukupi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecederaan fisik seperti: makanan yang tidak mecukupi, tempat makanan yang terbatas, kesesakan ruang, pergaduhan atau perkelahian antara ternak, serta design atau rekabentuk kandang yang tidak benar (Hamali, 1988).  Kecederaan fisik pada sapi biasanya terjadi pada kaki atau bagian tubuh lainnya. Sapi jantan mempunyai tingkah laku suka memanjat sehingga selalunya mendapat kecederaan di kaki. Bahan-bahan yang tajam seperti paku, kawat berduri, dan serpihan kayu pagar serta tempat makanan dapat menyebabkan kecederaan pada ternak (Hamali, 1988).  Gejala klinis Terdapat luka di tubuh hewan. Apabila kecederaan terjadi di kaki, hewan akan sulit berdiri ataupun sulit berjalan atau pincang. Terapi Luka pada bagian kaki biasa dianggap ringan oleh peternak, namun luka yang dibiarkan ...

PERMASALAHAN PENYAKIT PADA SAPI FEEDLOT

Feedlot merupakan sistem peternakan sapi di dalam kandang dan sapi-sapi tersebut digemukkan dalam jangka masa tertentu sebelum dipasarkan. Permasalahan penyakit merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan prestasi ternak serta berpengaruh penting terhadap faktor kerugian yang dihadapi peternak (Hamali, 1988).  Hewan dalam sistem feedlot yang dipelihara dikandang harus diberi alas yang baik, kering dan empuk. Sanitasi lingkungan harus diusahakan secara baik, bersih dari kotoran, jauh dari kemungkinan serangan penyakit (Akoso, 1996), serta didukung dengan sistem biosekuriti yang baik. Status kesehatan sapi dapat dilihat dari gambaran tingkah laku sapi. Sapi yang sehat akan tampak aktif, sigap, sadar, dan tanggap terhadap perubahan sekitar yang mencurigakan. Kondisi tubuh adalah seimbang , tidak terlalu gemuk atau kurus, langkah kaki mantap dan teratur, sapi berdiri dengan seimbang dan bertumpu dengan keempat kakinya, serta bila bersantai posisi punggung adalah...