Postingan

Daftar Pustaka: MEKANISME KERJA OBAT CACING SERTA PERBANDINGAN APLIKASINYA PADA TERNAK (SAPI, KAMBING DAN DOMBA)

BACK TO: MEKANISME KERJA OBAT CACING SERTA PERBANDINGAN APLIKASINYA PADA TERNAK (SAPI, KAMBING DAN DOMBA) Daftar Pustaka EMEA, 1996. Committee for medicinal products for veterinary use, Praziquantel, http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Maximum_Residue_Limits_-_Report/2009/11/WC500015784.pdf EMEA, 1998. Committee for medicinal products for veterinary use, Eprinomectin (modification), http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Maximum_Residue_Limits_-_Report/2009/11/WC500014178.pdf EMEA, 1999. Committee for medicinal products for veterinary use, Clorsulon, http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Maximum_Residue_Limits_-_Report/2009/11/WC500012626.pdf EMEA, 1999. Committee for medicinal products for veterinary use, Netobimin, http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Maximum_Residue_Limits_-_Report/2009/11/WC500015177.pdf EMEA, 2001. Committee for medicinal products for veterinary use, Mebendazol...

Perbandingan aplikasi obat cacing pada ternak (sapi, kambing, dan domba)

Gambar
Perbandingan Aplikasi Obat Cacing pada Sapi Berikut adalah table perbandingan aplikasi obat cacing pada sapi berdasarkan PBS animal health (2016): Administrasi obat: FC = Free Choice ;  FM = Feed Mix ;  I = Injection ;  O = Oral ;  PO = Pour-On ;  TD = Top Dress Perbandingan Aplikasi Obat Cacing pada Kambing Berikut adalah table perbandingan aplikasi obat cacing pada kambing berdasarkan PBS animal health (2016): Administrasi obat: FC = Free Choice ;  FM = Feed Mix ;  I = Injection ;  O = Oral ;  PO = Pour-On ;  TD = Top Dress Perbandingan Aplikasi Obat Cacing pada Domba Berikut adalah table perbandingan aplikasi obat cacing pada domba berdasarkan PBS animal health (2016): Administrasi obat: FC = Free Choice ;  FM = Feed Mix ;  I = Injection ;  O = Oral ;  PO = Pour-On ;  TD = Top Dress BACK TO: MEKANISME KERJA OBAT CACING SERTA PERBANDINGAN APLIKASINYA PADA TERNAK ...

Daftar Pemberian Obat Cacing Berdasarkan Spesies Cacing yang Menginfestasi Ternak

Daftar Pemberian Obat Cacing Berdasarkan Spesies Cacing Yang Menginfestasi pada Ternak (Ruminant) Berikut adalah tabel pemberian obat cacing berdasarkan spesies cacing yang menginfestasi ternak (Ruminant) berdasarkan Jacobs dan Taylor (2005): Parasite Endoparasiticides Gastro-intestinal roundworms Bunostomum, Chabertia, Cooperia, Hemonchus, Nematodirus, Oesophagostomum, Teladorsagia (Ostertgia), Strongyloides, Trichostrongylus Abamectin, albendazole, closantel (hanya untuk Haemonchus), doramectin, eprinomectin, fenbendazole, ivermectin, levamisole, netobimin, nitroxinil (hanya untuk Bunostomum, Haemonchus, Oesophagostomum), oxfendazole Type II ostertagiosis Abamectin, albendazole, doramectin, eprinomectin, fenbendazole, ivermectin, moxidectin, netobimin, oxfendazole Lungworm Dictyocaulus Abamectin, albendazole, doramectin, eprinomectin, fenbendazole, ivermectin, levamisole, mebendzole, moxidectin, netobimin, oxfenda...

Mekanisme Kerja Obat Cacing: Sulfonamide

Mekanisme Kerja Obat Cacing:  Sulfonamide Sulfonamide (clorsulon) Sulfonamide yang digunakan sebagai obat cacing adalah clorsulon. Clorsulon sering digunakan untuk mengontrol infestasi cacing  liver flukes  dewasa ( Faschiola hepatica  dan  Fasciola gigantica ) pada sapi (EMEA, 1999).  Clorsulon ampuh untuk melawan  Fasciola hepatica  baik yang  mature  maupun  immature . Namun aktivitasnya terhadap  F. magna  sangat kurang dan tidak efektif terhadap cacing  flukes  rumen dan pulmo (trematoda) (Elsheikha  et al ., 2011). Mekanisme kerja clorsulon sebagai obat cacing yaitu dengan menghambat enzim yang berpengaruh dalam jalur  glycolytic  sebagai sumber energi cacing (EMEA, 1999). Clorsulon mengikat protein dan bila teringesti oleh cacing ( liver flukes ), clorsulon akan menghambat enzim pada jalur  glycolytic  cacing ( Vercruysse dan Claerebout, 2014). Clorsulon menghambat...

Mekanisme Kerja Obat Cacing: Salicylanilides

Mekanisme Kerja Obat Cacing:  Salicylanilides Salicylanilides (closantel, nitroxynil) Salicylanilides aktif dalam melawan infestasi  liver flukes  dewasa (trematode). Salicylanilide bekerja sebagai  protonophores  yang menyebabkan ion hidrogen masuk ke bagian dalam membran mitokondria (Vercruysse dan Claerebout, 2014), menyebabkan kolaps-nya gradien proton pada membran mitokondria (Elsheikha  et al ., 2011), menyebabkan terjadinya  uncoupling  (pada transport elektron) pada proses fosforilasi oksidatif (sehingga mengganggu produksi ATP) (Vercruysse dan Claerebout, 2014; Starkov, 2008). Salicylanilides menstimulus integument cacing sehingga mempengaruhi masuknya ion calcium ke dalam pori-pori dan menginduksi kontraksi secara cepat serta paralisis pada trematode (Elsheikha  et al ., 2011). Closantel Closantel digunakan untuk mengobati ternak dari infestasi  Fasciola  i mmature  dan dewasa serta nematode (EMEA, 20...

Mekanisme Kerja Obat Cacing: Praziquantel

Mekanisme Kerja Obat Cacing:  Praziquantel Praziquantel Praziquantel efektif terhadap cacing  tapeworm  (cestode) baik  mature  maupun  immature . Praziquantel biasa dikombinasikan dengan pyrantel pamoate, ivermectin, dan moxidectin untuk membunuh nematode (Elsheikha  et al ., 2011). Mekanisme kerja praziquantel yaitu dengan cara menyebabkan kerusakan pada tegumental cacing dan menyebabkan kontraksi serta paralisis otot cerstode yang diakhiri dengan kematian pada cacing (EMEA, 1996; Vercruysse dan Claerebout, 2014). Penggunaan praziquantel akan menyebabkan kontraksi tetanik yang terus menerus sehingga terbentuk vacuola pada sel ( focal vacuolization ) dan disintegrasi integument cacing. Interaksi praziquantel dengan  phospholipid  dan protein menyebabkan ketidakseimbangan transport ion  cation  (ion positif) sehingga merusak membran integument. Hal ini akan menyebabkan gangguan metabolisme dan kontraksi otot tegume...

Mekanisme Kerja Obat Cacing: Tetrahydropyrimidines

Mekanisme Kerja Obat Cacing:  Tetrahydropyrimidines Tetrahydropyrimidines (morantel) Tetrahydropyrimidines merupakan obat cacing yang sering dikenal dengan nama pyrantel (untuk anjing dan kuda) dan morantel (untuk ruminant)  (Elsheikha  et al ., 2011). Obat ini bekerja dengan menganggu neuromediator dengan mekanisme kerja yang hampir sama dengan imidazothiazoles (Elsheikha  et al ., 2011).  Tetrahydropyrimidines  bersifat agonist terhadap receptor  acetylcholin e pada sel otot cacing (EMEA, 2005). Obat ini bersifat  cholinergic  ( cholinomimetics ) yang mestimulasi neurotransmisi  cholinergic  pada  neuromuscular junction  cacing, sehingga terjadi kontraksi otot yang diikuti dengan terjadinya penghambatan depolarisasi neuromuskulus sehingga nematode menjadi paralisis (Elsheikha  et al ., 2011). Morantel Morantel digunakan untuk mengobati ternak dari infestasi cacing seperti  gastro-intestinal ro...